Candi Singosari Tiket dan Pesonanya

Candi-candi di Indonesia tersebar di berbagai daerah khususnya di pulau Jawa. Menurut travel Malang Jember Malang merupakan salah satu tempat yang memiliki candi terkenal yaitu Candi Singosari. Candi ini adalah peninggalan kerajaan besar pada masanya. Bangunan bersejarah budaya ini terkenal dengan karakternya yang terkenal bernama Ken Arok. Sayangnya, hanya sebagian kecil dari pemerintah besar ini. Lilinnya tidak sebesar Borobudur atau Prambanan.

Untuk menikmati keindahan candi, pengunjung membayar tiket masuk. Namun, nominal tidak ditentukan. Pembayaran tiket sukarela ini digunakan untuk memelihara tempat-tempat wisata tersebut.

Saat memasuki kawasan wisata pura ini, pengunjung akan disuguhkan dengan pura yang tinggi. Satu candi saja, tidak banyak bentuk kompleks seperti Borobudur atau Prambanan. Bahkan pada saat itu, candi ini merupakan kerajaan yang sangat kuat.

Lokasi candi ini berada di ketinggian 512 mdpl. Tepat di lembah antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna. Awalnya pura ini digunakan untuk pengabdian Raja Kertanegara.

Kerajaan Singosari adalah kerajaan Hindu-Budha. Didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222, sebelumnya dikenal sebagai kerajaan Tumapel. Karena letaknya di Singosari yang merupakan ibu kota Tumapel, maka nama Singosari sangat terkenal.

Penemuan Candi Singosari

Bangunan candi ini ditemukan pada abad ke-18, sekitar tahun 1800-1850. Candi ini ditemukan oleh Belanda dan disebut Candi Menara. Ini karena bentuk menara.

Dulunya juga dinamai W. Van Schmid setelah berkunjung pada tahun 1856. Penduduk setempat menyebutnya Candi Cungkup, bahkan ada yang menyebutnya Candi Renggo. Namun kemudian disepakati bahwa tempat ini dinamakan Candi Singosari.

Bagian dari candi

Kawasan candi dihuni oleh sebuah kompleks candi dengan luas 200m x 400m. Dimana lokasinya tepat di tengah rerumputan yang dikelilingi rerumputan hijau. Bahan ini membuat candi semakin indah dan indah.

Bangunan candi sendiri memiliki empat bagian. Diantaranya adalah bagian atas candi, badan candi, alas candi dan inti candi. Bangunan ini juga memiliki keistimewaan, karena seolah-olah memiliki dua tingkat, padahal atapnya tinggi.

Pembangunan candi menggunakan sistem penumpukan batu andesit sampai ketinggian tertentu. Karenanya, candi diukir dari atas ke bawah. Hal ini dapat dilihat pada pahatan candi yang belum selesai di bagian bawah.

Patung di bilik candi

Tempat berdiri di Candi Singosari ada di kaki candi. Di atas aula ada beberapa patung. Semua juga dibedakan menurut arah mata angin.

Di sebelah utara adalah patung Durgamahisasuramardhini. Di sebelah timur adalah arca Ganesha. Di bagian selatan terdapat patung Resi Guru atau Resi Agastya.

Sayangnya, kini hanya tersisa patung Resi Agastya. Ini karena arca lain dibawa ke Leidan, Belanda. Alasan patung ini ditinggalkan karena kondisinya yang memprihatinkan.

Arca Dwarapala, penjaga candi

Sebelum memasuki kawasan pura, pengunjung akan disambut dengan monumen bersejarah. Yaitu berupa dua buah patung besar yang cukup menyeramkan dengan tinggi sekitar 3,7 meter. Arca ini adalah Dwarapala yang merupakan penjaga jalan menuju candi.

Arca Dwarapala ini dalam posisi duduk, dengan kaki kanan ditekuk ke belakang. Sedangkan kaki lainnya ditekuk di depan badan. Tampak sedang duduk tapi masih siap bergerak.

Di lehernya ada semacam kalung, juga dililitkan pada seekor ular. Di satu sisi dia memegang pentungan yang siap digunakan untuk melawan musuh. Patung Dwarapala ini tampak menakutkan dengan mata dan taringnya yang besar.

Jika tertarik untuk mengunjunginya tentu menggunakan jasa travel Malang Jember adalah solusi terbaik saat Anda ingin berlibur ke malang.

admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read also x